Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2013

Tindakan Ketika Hubungan Mencapai Titik Jenuh




Ada beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mengembalikan percikan asmara pada hubungan Anda berdua.


Kualitas waktu
Entah itu berupa makan malam yang disiapkan di rumah oleh Anda atau makan di luar, selama itu hanya Anda berdua, maka percikan romantis pun akan kembali hadir dalam hubungan Anda. Saat Anda sedang bersama-sama, hindari percakapan negatif terutama yang melibatkan masalah keuangan.


Ucapkan secara verbal
- Beritahu pria Anda bahwa Anda mencintainya, dan katakan langsung padanya.
- Ingatkan tentang betapa pentingnya dia dalam hidup Anda.
- Buatlah dia merasa istimewa dengan memuji kelebihan dirinya.
- Tampilkan apresiasi ketika dia melakukan sesuatu yang membuat Anda merasa baik.


Bermain bersama

Anda mungkin berusia 20, 30, atau bahkan 50 tahun, tapi itu tidak berarti Anda tidak bisa bermain spontan. Pergi keluar dan lakukan sesuatu yang menyenangkan, seperti bowling, berjalan-jalan tengah malam di sepanjang pantai, ataupun hiking.


Menulis

Mungkin ini akan terdengar cheesy bagi Anda, tapi menulis surat cinta sebenarnya sangat romantis. Menulis tentang saat Anda berdua pertama kali bertemu dan menyoroti beberapa hal-hal yang dia lakukan yang membuat Anda tersenyum dan kagum. Surat cinta bukanlah sebuah esai atau tesis, tapi dengan mengungkapkan perasaan di dalam hati Anda dengan sebuah tulisan akan menunjukkan cinta tulus Anda berdua.


Tunjukkan sisi romantis Anda
Jaga keintiman dengan ciuman tak terduga, bergandengan tangan, atau bahkan dengan mandi bersama. Memperlihatkan kasih sayang akan terus memberikan kobaran api pada kehidupan percintaan Anda berdua.

Jumat, 22 Juni 2012

Panggilan Sayang: Dekat Secara Emosional

Pernah mendengar sepasang kekasih saling menyapa dengan panggilan khusus? Mungkin terdengar menggelikan saat seseorang memanggil kekasihnya dengan nama 'babe' atau 'sayang'. Tapi menurut penelitian, memanggil kekasih dengan nama kecil atau julukan mesra bisa membuat hubungan asmara antara keduanya lebih mesra, ceria dan menyenangkan dibandingkan memanggil nama aslinya.

Satu studi tentang 'bahasa cinta' yang diterbitkan di Journal of Social and Personal Relationships menunjukkan, semakin konyol nama julukan, atau semakin unik kode kalimat yang dipakai untuk berkomunikasi dengan kekasihnya, maka pasangan tersebut akan semakin merasa puas dengan hubungannya.

Dikutip dari Women's Health Mag, penelitian telah menemukan bahwa pasangan yang menggunakan 'kode-kode rahasia', nama julukan atau bahasa tertentu --yang hanya dimengerti oleh mereka-- lebih bahagia dibandingkan pasangan yang menggunakan bahasa normal.

"Menggunakan nama julukan, panggilan sayang atau bahasa-bahasa buatan sendiri kepada pasangan merupakan cara mudah untuk membangun komunikasi positif dalam kehidupan sehari-hari pasangan. Hal ini juga bisa menjadi cara yang sangat sederhana untuk menjaga romantisisme tetap kuat," jelas Jamie Turndorf, psikolog dan terapis hubungan dari New York City.

Menyampaikan kode atau bahasa khusus yang hanya dimengerti pasangan, menandakan hubungan Anda tak hanya dekat secara fisik tapi juga emosional. Sebagai contoh, Anda sudah tidak nyaman berada di suatu tempat dan ingin segera pergi. Bahasa seperti 'Di sini mulai dingin ya?' bisa diartikan pasangan 'Ayo pergi dari sini'.

Dengan mengerti bahasa atau kode 'tersembunyi' menandakan hubungan Anda dan si dia cukup dekat dan saling mengerti satu sama lain. Hal yang sama juga diungkapkan Carol Bruess, salah satu tim penulis 'Belly Button Fuzz and Bare-Chested Hugs: What Happy Couples Do'.

Carol menyatakan, "Sebutan atau panggilan khusus, secara simbolis menunjukkan bahwa Anda cukup perduli tentang pasangan dan hubungan kalian. Mempunyai bahasa sendiri, berarti Anda menciptakan dunia dan budaya sendiri dalam hubungan."

Menciptakan bahasa sendiri yang unik, lucu dan aneh tak hanya mempererat jalinan asmara, tapi juga bisa membantu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Lorne Campbell, pengajar psikologi di University of Western Ontario telah mempelajari penggunaan humor saat menghadapi konflik. Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal Personal Relationships tersebut menyebutkan bahwa melontarkan sedikit canda bisa sedikit menenangkan suasana dalam perselisihan.

Minggu, 20 Mei 2012

Persahabatan Dan Cinta


Persahabatan

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia:

Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi. Dalam pengertian ini, istilah "persahabatan" menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. Selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.
Nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten:
  • kecenderungan untuk menginginkan apa yang terbaik bagi satu sama lain.
  • simpati dan empati.
  • kejujuran, barangkali dalam keadaan-keadaan yang sulit bagi orang lain untuk mengucapkan kebenaran.
  • saling pengertian.
Seringkali ada anggapan bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit, ketika mereka datang untuk menolong. Dibandingkan dengan hubungan pribadi, persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkat keintiman yang berbeda-beda. Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan terdapat dalam kontinum yang sama.



Menurut Opsi Lain dan Pemikiran
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian. Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
 
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah. Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita
membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur persahabatan antara lain :
1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Ketidaksetiaan.

Dari 5 hal diatas apa saling jatuh cinta pada sahabat itu harus di tambahkan pada no. 6 ???
 
 
Cinta

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut

Cinta menurut Erich Fromm :

Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam. Menurut Erich Fromm, ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu:
  • Perasaan
  • Pengenalan
  • Tanggung jawab
  • Perhatian
  • Saling menghormati
Erich Fromm dalam buku larisnya (the art of loving) menyatakan bahwa ke empat gejala: Care, Responsibility, Respect, Knowledge (CRRK), muncul semua secara seimbang dalam pribadi yang mencintai. Omong kosong jika seseorang mengatakan mencintai anak tetapi tak pernah mengasuh dan tak ada tanggungjawab pada si anak. Sementara tanggungjawab dan pengasuhan tanpa rasa hormat sesungguhnya & tanpa rasa ingin mengenal lebih dalam akan menjerumuskan para orang tua, guru, rohaniwan dll pada sikap otoriter.


Cinta menurut opsi lain


Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling…. (saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll). Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat berjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan “saling” tersebut… cinta tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri. Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya.

Cinta adalah perasaan hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita, dan adanya seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi. Cinta tidaklah sebatas kata-kata saja, karena cinta jauh lebih berharga daripada harta karun termahal di dunia pun. Saat seseorang memegang tanganmu dan bilang ” Aku cinta kamu…” pasti menjadi perasaan hangat yang istimewa! Karena itu, saat kamu sudah menemukan seseorang yang begitu berharga buat kamu, jangan pernah lepaskan dia! Namun adakalanya cinta begitu menyakitkan, dan satu-satunya jalan untuk menunjukkan cintamu hanyalah merlekan dia pergi.

Demikian tentang Persahabatan dan Cinta.
Bukankah keduanya saling ... ? Ahh aku tak tahu, sekarang hanya bisa berharap Tuhan mengubah takdirku tentang cinta. Ingin bersamanya meski itu hal mustahil. Demi Cinta. Bian HBLC 013.

Jumat, 04 Mei 2012

Ketika Tiba Saat Menikah

Rachmad: Menikah adalah keputusan yang besar dalam hidup kita. Ini adalah pilihan yang tidak main-main. Memilih seorang pasangan yang dengannya kita akan membangun sebuah keluarga, menurunkan keturunan dan hidup bersama dalam segenap suasana bukanlah persoalan yang hanya untuk satu dua tahun saja, melainkan untuk sepanjang tahun. Untuk jangka waktu yang selama-lamanya. Bahkan bukan hanya di dunia, tapi juga untuk hidup di akhirat. Demikianlah, kita perlu mempertimbangkan dengan seksama dan matang perihal ini.
Sejatinya, keputusan apapun dalam hidup kita merupakan peristiwa besar. Dari keputusan itu, kelak rangkaian peristiwa akan terus bergulir. Ada peribahasa lawas, langkah keseribu dimulai dengan langkah pertama. Kita perlu hati-hati dan cermat ketika memutuskan, apapun. Orang Cina kuno punya pepatah, rusak seinci rugi seribu batu. Maka, pengambilan keputusan merupakan pertemuan dengan sebuah revolusi.
Ketika kita benar-benar telah memilih pasangan, maka saat itu juga kita telah memutuskan untuk hidup bersama dengan seorang yang asing, meninggalkan orang tua dan keluarga kita yang selama ini telah membersamai dengan segenap kehangatannya. Pilihan untuk hidup bersama pasangan ini sungguh-sungguh mustahil kecuali jika kita benar-benar merasa yakin bahwa kebahagiaan bersama ibu bapak dapat juga kita raih dengan hidup bersama pasangan. Pilihan untuk hidup bersama ini sungguh-sungguh mustahil kecuali jika kita yakin bahwa pasangan akan menjadi pembela dan pelindung sebagaimana saudara laki-laki dan saudara perempuan melindungi kita. Semua ini butuh keyakinan kuat dari hati.
Karenanya, saya bisa memahami kenapa perjanjian pernikahan disebut oleh Al-Quran sebagai mitsaqan ghalizha, perjanjian yang amat kuat. Ini adalah perjanjian yang sakral. Sebuah perjanjian agung antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dengan saksi Allah Tuhan seru sekalian alam.
Semoga Allah tabaraka wa ta’ala senantiasa meluruskan dan menetapkan niat kita bahwa menikah merupakan bagian perjuangan untuk meniti jalan sunnah Nabi-Nya dan ibadah kepada-Nya. Tentu saja, kita ingin mengawali perjuangan ini dengan segenggam keyakinan bahwa pilihan kita untuk menikah dengan pasangan merupakan pilihan yang diridhai Allah dan Rasul-Nya.
Ketika seorang lelaki hendak memilih pasangannya, ada empat perkara yang dapat ia jumpai pada seorang perempuan: kecantikan, keturunan, kekayaan, dan agama. Agama ini datang untuk mengajarkan bahwa kemuliaan tertinggi adalah pada agama.
Ada sebuah kabar, kebanyakan lelaki lebih suka pada perempuan dengan paras yang begitu ayu. Itu sah-sah saja. Tetapi kita mesti sadar bahwa keayuan paras saja bukanlah sebab yang kelak akan mendatangkan barakah dalam pernikahan. Demikian halnya dengan keturunan dan kekayaan. Ada yang lebih sempurna dari itu semua, yakni akhlak mulia dalam diri perempuan. Ada agama dalam hidupnya.
Dalam banyak riwayat, Nabi senantiasa meminta para sahabat untuk melihat dulu Muslimah yang hendak dipinangnya. Tujuannya, agar para sahabat itu menemukan “sesuatu” yang membuatnya tertarik dan bisa melanggengkan pernikahannya. Dalam pemahaman inilah kita perlu meletakkan keayuan paras, keturunan dan kekayaan. Sungguh, Nabi kita yang agung telah berwasiat bahwa fitnah terbesar bagi lelaki adalah kaum wanita. Semoga kita tidak jatuh pada perempuan macam begitu.
Maka, paras ayu, keningratan, dan anak orang kaya bukan menjadi sebab utama. Seandainya kita tidak menemukan akhlak mulia dalam dirinya, sebaiknya pilihan tidak dijatuhkan.
Ada kiasan menarik dari Al-Quran tentang pasangan Suami-Istri. Masing-masing merupakan pakaian bagi yang lain. Sebagaimana layaknya pakaian, ada banyak macam pakaian yang sudah genap syarat-syaratnya buat menutup aurat sesuai tuntunan agama, tetapi untuk menjatuhkan pilihan pada sebuah pakaian, kita perlu menimbang dengan rasa dan hati kita.
Sebaliknya, ada banyak juga pakaian yang menarik hati, tapi kalau dengan memakainya aurat menjadi tak tertutupi, apalah guna punya pakaian yang menarik hati.
Demikian pulalah memilih pasangan. Kalau hanya menimbang wajah yang ayu, pernikahan hanya akan menerbitkan kehinaan. Sebagaimana kecantikan yang akan cepat sirna, pernikahan yang demikian akan cepat layu. Tapi, kalau hanya memilih yang baik beragama saja, takut juga bila mata dan hati menjadi kurang terjaga. Demikianlah saya memahami anjuran Nabi untuk melihat dulu muslimah yang hendak dipinang. Bukankah sudah termaktub dalam Kitab suci, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Ruum [30] : 21)
Kalau saya tak salah ingat, Bunda Khadijah ra juga merupakan perempuan suci yang menawan yang banyak dilirik para pembesar Quraisy. Bunda Aisyah ra merupakan gadis muda yang jelita. Bunda Zainab binti Jahsy ra juga memiliki wajah yang rupawan. Demikian juga Bunda Maria al Qibthiyah ra yang berkulit putih bersih yang kecantikannya sempat membuat Aisyah ra cemburu. Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui hikmah dibalik paras wajah para Ummul Mukminin kita.
Maka, tentu saja, pakaian yang baik adalah yang memenuhi aturan agama dan sesuai dengan selera hati. Sesuai anjuran Nabi, memiliki agama yang bagus dan ada “sesuatu” yang insya Allah akan melanggengkan pernikahan. Saya rasa, pasangan yang demikian sudah cukup sempurna bagi kita. Semoga “sesuatu” itu membawa keberkahan yang berujung sampainya istri shalihah kepada kita. Kata Nabi, inilah sebaik-baik perhiasan dunia dan harta yang paling berharga.
Tatkala kita sudah yakin, semoga keyakinan yang kita genggam seturut dengan jalan Nabi dan mendapat taburan ridha Allah Yang Mahasuci.
Maka, tak ada lagi yang menghalangi kita untuk bersegera meminangnya dengan segenap puja-puji bagi Allah Yang Mahatinggi.
Pada saat kita menimbang untuk memilihnya, kita sadar ini bukanlah untuk hidup diri kita semata, melainkan juga untuk kedua ibu bapak, keluarga dan anak-anak kita kelak.
Kata Nabi, Istri shalihah adalah perhiasan paling indah. Saban hari, Istri shalihah akan menjadi puisi yang senantiasa menghiasi. Puisi itu tak terumuskan oleh bahasa dan tak terucapkan oleh kata apa saja. Yang jelas, puisi itu begitu indah. Serasa dibuai diayun-ayun. Dan bagi anak-anak kelak, Istri yang demikian akan menjadi madrasah utama bagi mereka. Kelembutannya akan menjernihkan hati anak-anak. Dan bukankah jika segumpal darah (hati) itu baik maka baiklah seluruh dirinya?
Saya sepenuhnya sadar bahwa mencari Istri yang shalihah itu seperti berburu mutiara di dasar laut. Nun di sana, di dalam cangkang itu istri shalihah senang berada dan menjaga diri. Dan untuk menemukannya, kita harus menyelam di kedalaman, tapi kita akan tahu seberharga apa dia ketika kita sudah mendapatkannya.

███████████████████████████████████████████████████████████████████████
Sebuah pernikahan didahului oleh pilihan bebas yang penuh kesadaran dan tanggung jawab. Masa awal-awal pernikahan merupakan masa dimulainya perjuangan untuk memupuk rasa simpati dan menyuburkannya menjadi cinta.
Al-Quran menyebut cinta antara Suami-Istri dengan kata afdha. Maknanya, seperti keterbukaan angkasa raya. Dalam cinta yang demikian, tak ada lagi sikap yang penuh pura-pura. Suatu kali, mungkin kita akan mendatangi istri dengan setumpuk masalah dan kita tak sedikitpun ragu untuk mengeluhkan beban dan bahkan mungkin menangis di pangkuannya. Meski, ketika kita di luar rumah, kita tetap tegar dengan air muka yang selalu ceria. Suatu ketika, Nabi agung Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi Bunda Khadijah radhiallahu 'anha dalam keadaan gelisah dan ragu seusai mendapat wahyu pertama. Dengan kelembutannya, Bunda Khadijah ra menenangkan dan menguatkan hati Nabi.
Saya tercengang dengan kalimat Umar ibn Khattab ra. Katanya, seorang laki-laki akan menjadi anak-anak ketika ia hanya berdua bersama Istrinya.
Sebaliknya, Nabi juga memiliki sikap yang sangat hangat kepada setiap Istrinya. Saat itu Nabi bersama beberapa sahabat. Seorang utusan datang membawa nampan makanan. Ketika mengetahui nampan itu berasal dari Ummu Salamah ra, Aisyah ra langsung menampakkan kecemburuannya yang luar biasa. Nampan itu ia lempar sehingga pecah. Nabi tersenyum dan beliau hanya bilang sekedarnya saja pada para sahabatnya, “Ibu kalian sedang cemburu”. Ada teladan luar biasa dalam setiap jengkal hidup Nabi.
Suatu ketika, ada sahabat yang mengadu pada Umar ra perihal Istrinya yang marah-marah kepadanya. Sahabat itu mendapatkan jawaban Umar ra yang tak disangka. “Istriku juga marah kepadaku, tapi aku diam saja. Ia yang mengurus rumahku, mencuci pakaianku, memasak makanan untukku dan merawat anak-anakku. Ia berhak untuk marah kepadaku kalau aku juga tak menurut kepadanya.” Ada teladan yang tak biasa dalam setiap jengkal hidup para sahabat.

Setiap pasangan tentu selalu mendambakan lahirnya cinta sejati. Demikian juga kita, saya yakin pasti juga merindukannya. Bagi saya, teladan cinta sejati adalah cinta yang dimiliki dan disuguhkan oleh Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam pada Bunda Khadijah radhiallahu 'anha. Bukan putri Cinderella dan pangerannya. Bukan pula Romeo dan Juliet. Atau kisah-kisah asmara dalam buku dan sandiwara-sandiwara picisan.
Tentu saja, cinta pasangan Nabi dan Ibu kaum mukminin itu terlalu sempurna buat kita. Barangkali jaraknya sejauh bumi dan langit. Tapi, setidaknya kita punya cermin utama bagaimana kelak kita harus mengambil sikap, melahirkan cinta itu dan kemudian merawatnya dengan hangat. Jika Allah menghendaki Nabi sebagai uswah hasanah manusia, maka teladan itu pasti bisa diraih. Sesulit dan sesusah apapun pasti bisa digapai. Dari sini perjuangan untuk melanggengkan pernikahan dimulai. Dari sini perjuangan untuk tetap setia pada mitsaqan ghalizha menjadi nyata. Dari sini, semoga doa Nabi untuk mempelai bisa terwujud, ada ketenangan, cinta kasih dan rahmah. Ada sakinah, ada mawaddah, dan ada rahmah.
Semoga Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, memantaskan kita untuk dikejutkan dengan hadiah dari langit, pasangan yang shalih dan shalihah. Amin.


Sumber: http://www.eramuslim.com/oase-iman/rachmad-ketika-telah-tiba-saat-menikah.htm

Berkomitmen dalam Hubungan Percintaan

Cinta adalah sebentuk emosi. Sebagaimana bentuk emosi lain, sulit untuk bisa bertahan sangat lama. Padahal orang selalu berharap untuk memiliki cinta selamanya. Nah, oleh karena itu harus ada komitmen untuk melanggengkan cinta. Jika cinta surut, bisa dikuatkan kembali dengan adanya komitmen. Adanya komitmen inilah yang menjamin keberlanjutan hubungan cinta. Jika tidak ada komitmen, maka pada saat cinta surut hubungan akan bubar. Mereka-mereka yang kawin-cerai berkali-kali biasanya hanya memiliki cinta tapi tidak memiliki komitmen.

Lalu apa sesungguhnya komitmen? Komitmen diartikan sebagai keadaan psikologis dimana seseorang merasa terikat atau terhubung dengan seseorang, dan secara langsung mempengaruhi keputusan seseorang untuk melanjutkan atau mengakhiri hubungan. Jika Anda memiliki komitmen tinggi, maka Anda merasa sangat terikat dengan pasangan dan tidak akan mengakhiri hubungan. Jika hubungan rusak, Anda akan berupaya memperbaikinya. Sebaliknya jika Anda memiliki komitmen rendah, maka Anda kurang terikat dengan pasangan. Boleh jadi Anda akan selingkuh atau malah berniat mengakhiri hubungan. Sedangkan jika Anda mengakhiri hubungan sama sekali, tentu saja Anda akan disebut tidak berkomitmen.

Komitmen lebih sering merupakan hasil dari suatu proses, ketimbang muncul tiba-tiba. Dan yang harus di garis bawahi biasanya komitmen akan muncul jika kepuasan dalam hubungan meningkat, semakin langkanya alternatif hubungan (misalnya sulit mendapatkan kekasih baru), dan telah sedemikian besar investasi yang ditanam dalam hubungan (misalnya pengalaman menjalani kesulitan bersama).
Secara umum komitmen bisa dibagi ke dalam 2 kategori berdasarkan motivasinya, yakni komitmen mendekat dan komitmen menjauh. Jenis komitmen mendekat adalah komitmen yang ditandai dengan keinginan melanjutkan hubungan karena bisa mendapatkan sesuatu yang positif. Misalnya percaya bahwa jika berkomitmen akan membuat hidupnya lebih bahagia. Sedangkan jenis komitmen menghindar ditandai dengan keinginan melanjutkan hubungan karena khawatir dampak negatif jika hubungan bubar. Misalnya was-was bakal sulit mendapatkan pengganti sepadan, takut kehilangan sumber finansial, takut dikecam keluarga dan lainnya. Orang yang memiliki tipe komitmen menghindar ini pada umumnya memiliki kepuasan hidup yang rendah.

Kamis, 03 Mei 2012

Pegang Tangan Pasangan Mengobati Stress!

Kehadiran pasangan tentunya memiliki banyak makna untuk Anda. Menurut penelitian terbaru, pasangan Anda bisa membantu menghilangkan stress dengan mudah.
Banyak cara mengungkapkan kasih sayang dengan pasangan. Salah satu yang sering dilakukan adalah dengan berpegangan tangan.
Ternyata berpegangan tangan tak hanya meningkatkan kemesraan. Aksi sederhana tersebut dengan pasangan juga bisa menjadi solusi menghilangkan stress.
Hal ini terungkap dari sebuah studi oleh psikolog Dr. James Coan dari Universitas Virginia. Penelitian tersebut menunjukkan efek pegangan tangan ternyata tak hanya ditimbulkan oleh jari tapi juga oleh otak.
Penelitian ini melibatkan 16 wanita dalam pernikahan bahagia yang sedang mengalami stres. Selama studi, peneliti memantau aktivitas otak menggunakan sebuah mesin khusus untuk melihat tingkat stres wanita.
Coan mengukur aktivitas yang dihasilkan pada respon stres otak mereka. Dia menggunakan sengatan listrik ketika peserta memegang tangan orang lain dan sekali lagi diberi sengatan listrik ketika mereka memegang tangan suaminya.
Hasil menunjukkan bahwa respon stres di otak menurun ketika wanita memegang tangan orang lain dan tingkat stres semakin berkurang ketika mereka menggenggam tangan suaminya.
Perasaan aman ketika berada dalam genggaman orang tercinta sepertinya mampu menurunkan level stress. Genggaman tangan sebagai hal yang sederhana dalam sebuah hubungan ternyata memiliki manfaat yang luar biasa.
Menurut artikel dari New York Times, dapat diasumsikan bahwa kebahagiaan perkawinan mengarah ke kesehatan yang lebih baik. Nah, ketika pasangan Anda sedang marah untuk alasan apapun, tak ada salahnya mencoba mengenggam tangan untuk menenangkan dan membuatnya merasa lebih baik.
Bergandengan tangan tak hanya wajib dilakukan pada saat bermasalah. Sehari-hari ketika beraktivitas bersama, tak ada salahnya menggenggam tangan pasangan untuk membuat hubungan lebih bahagia. Selamat mencoba!

Bisakah Menolak Jatuh Cinta?





Bisa dibilang memang cinta itu penuh misteri, kita tak bisa menebak kapan kita jatuh cinta dan kapan tepatnya kita bertemu seseorang yang membuat kita jatuh cinta.

Tak jarang pula setelah beberapa saat putus cinta, tiba-tiba ada orang baru yang masuk ke dalam hidup kita dan membuat kita merasa nyaman. Ada yang berpikir bahwa hal tersebut bisa jadi adalah pelarian semata, namun siapa sih yang bisa menolak jatuh cinta?

Ketahui benar perasaan Anda

Kenali dan tanyakan sekali lagi pada hati kecil Anda, apakah ini memang benar perasaan suka? Dan, sebenarnya bukanlah hal yang tidak mungkin bila seseorang menyukai lebih dari satu orang sekaligus. Terutama bila berkaitan dengan ketertarikan secara fisik.

Rasa suka tak bisa ditolak

Ketika Anda menyukai sesuatu, Anda tak akan bisa menolaknya. Seperti halnya saat Anda makan ice cream, Anda suka rasanya, Anda tentu tak bisa menolak kelezatannya kan?

Itu bukan pelarian

Ketahuilah bahwa jatuh cinta bukanlah sebuah pelarian, jatuh cinta lebih pada perasaan suka dan tertarik pada seseorang. Selanjutnya bisa disebut pelarian bila memang Anda memaksakan diri untuk selalu dekat dan suka padanya.

Anda bisa menolak komitmen

Saat Anda jatuh cinta pada seseorang dan merasa bahwa semua yang ada pada dia membuat Anda nyaman, Anda tak bisa menolaknya. Satu-satunya hal yang bisa Anda tolak adalah komitmen.

Jadi, mengapa Anda harus menolak untuk jatuh cinta pada seseorang? Tak ada ruginya kok Anda jatuh cinta dan merasa suka, yang harus Anda pikirkan adalah langkah yang akan Anda tempuh kemudian. Apakah akan memberikan banyak kabar baik atau malah membuat Anda atau orang lain kecewa.

Sumber : http://metrotvnews.com/read/news/2011/10/18/68537/Bisakah-Menolak-Jatuh-Cinta

Theme For Nokia S60 3rd

Comments